Calon Arsitek

itung-itung make nitrous biar cepet jadi Arsitek

beda urban dan kota (khususnya di indonesia)

Posted by calonarsitek pada Februari 20, 2008

dikutip dari :
http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=748431&p=1
TS : om Alva

Sekarang, ke “Urban”…
seperti yang saya tulis di atas, sangat disayangkan kalau urban itu hanya dijadikan sebagai sebuah setting.
saya sendiri tidak bisa memberikan referensi soal urban, tapi saya akan berikan my personal thoughts on urban, berhubung saya arsitek yang sering baca – baca soal urban.
istilah urban itu muncul di peradaban “barat”, kurang lebih muncul di kongres urban planning di Harvard Design School tahun 60-an. Di Indonesia sendiri, urban itu kayaknya kurang cocok (i’ll get back to that later).
Urban muncul dari keinginan segelintir orang yang ingin menyatukan Architecture, Landscape, dan City Planning. Sebelum kongres ini, yang ada hanyalah City/kota atau village/desa, tidak ada urban, suburban, atau rural.

Urban sendiri bisa dipahami sebagai sebuah kondisi gaya hidup yang serba cepat, profit oriented, full with 9-to-5-workaholic-people, tight rules, etc.
di Indonesia, urban tidaklah seperti yang ada di “barat” sana. Kondisi urban di New York (misalnya), sangat jauh dengan kondisi urban Manado (misalnya). Kondisi urban kota besar seperti New York sudah memiliki ciri – ciri yang sangat kuat (very distinctive), beda dengan kondisi urban Manado yang masyarakatnya masih membawa ciri – ciri kampung/desa (slow pace, high tolerance, etc) dalam kehidupan sehari – hari.
Jadi walaupun dua – duanya City/Kota, tapi dalam kondisi Urbannya, mereka sangat jauh berbeda.
Tapi yang unik, di Indonesia, ada desa/kampung yang memiliki kondisi Urban yang sama kuat dengan kota. Bisa terlihat dari gaya hidup yang sudah sangat menyerupai kota, walaupun ukuran, dan letak kampung yang jauh dari kota.

kemudian ada juga namanya Suburban…
sekarang di “barat” lagi berkembang yang namanya Edge-City, dimana daerah – daerah yang dulunya SubUrban (tempat pekerja – pekerja Urban tinggal), justru menjadi sebuah kota mandiri yang jauh lebih berkembang dari Core-City nya. Dan istilah suburban sendiri sudah mulai ditinggalkan karena hal ini.
Di paris pernah terjadi kekacauan karena kondisi suburban yang terlalu menjurang dengan kondisi urban nya.
di Indonesia kayaknya belum banyak yang seperti ini.

dikutip dari perkuliahan di kampus :
Kota adalah suatu wilayah yang sebagian besar penduduknya telah meninggalkan cara hidup dengan bercocok-tanam

3 Tanggapan to “beda urban dan kota (khususnya di indonesia)”

  1. melvina said

    oooh, kadang urban suka diidentikan dengan gaya minimalis (entah itu gaya arsitektur bukan yak)

  2. nabanana said

    oh.. lalu bedanya ‘arsitektur kota’ dan ‘arsitektur urban’ apa ya?
    urban design, maksudnya perancangan dengan tema gaya hidup di kota, bisa ngga?
    bagaimana kalau disimpulkan, kota itu wadahnya, urban itu kondisinya?

  3. hali said

    kalo desa sub urban itu apa yah? kalo bisa dengan referensi buku yang menyangkut hal ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: