<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Tanggapan pada: Karya Arsitektur Harus Sering Dikomunikasikan (artikel popo danes)</title>
	<atom:link href="http://calonarsitek.wordpress.com/karya-arsitektur-harus-sering-dikomunikasikan-artikel-popo-danes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://calonarsitek.wordpress.com</link>
	<description>itung-itung make nitrous biar cepet jadi Arsitek</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2009 01:25:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: adhimastra</title>
		<link>http://calonarsitek.wordpress.com/karya-arsitektur-harus-sering-dikomunikasikan-artikel-popo-danes/#comment-42</link>
		<dc:creator>adhimastra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 14:58:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://calonarsitek.wordpress.com/karya-arsitektur-harus-sering-dikomunikasikan-artikel-popo-danes/#comment-42</guid>
		<description>Keprihatinan Popo sangat beralasan (Rendahnya kemampuan komunikasi). Utamanya PT (baik PTN/PTS) sangat jarang berkomunikasi dalam konteks karyanya. Mungkin untuk memotivasi kearah itu, selain peran pemerintah jg perlu adanya kontak antara dosen maupun mhs di antara PTN/PTS yg ada di Bali khususnya. Hanya saja wadah untuk itu perlu dipikirkan ... Walau kita tahu di Bali sdh ada IAI Bali yg seringkali berusaha untuk mem-vasilitasi komunikasi ini dlm forum-forum formal, namun sayangnya respon dr yg diundang untuk itu belum maksimal. Terimakasih buat popo, kritikan ini patut terus digaungkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keprihatinan Popo sangat beralasan (Rendahnya kemampuan komunikasi). Utamanya PT (baik PTN/PTS) sangat jarang berkomunikasi dalam konteks karyanya. Mungkin untuk memotivasi kearah itu, selain peran pemerintah jg perlu adanya kontak antara dosen maupun mhs di antara PTN/PTS yg ada di Bali khususnya. Hanya saja wadah untuk itu perlu dipikirkan &#8230; Walau kita tahu di Bali sdh ada IAI Bali yg seringkali berusaha untuk mem-vasilitasi komunikasi ini dlm forum-forum formal, namun sayangnya respon dr yg diundang untuk itu belum maksimal. Terimakasih buat popo, kritikan ini patut terus digaungkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: haiyul hadi</title>
		<link>http://calonarsitek.wordpress.com/karya-arsitektur-harus-sering-dikomunikasikan-artikel-popo-danes/#comment-25</link>
		<dc:creator>haiyul hadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 17:35:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://calonarsitek.wordpress.com/karya-arsitektur-harus-sering-dikomunikasikan-artikel-popo-danes/#comment-25</guid>
		<description>saya sebagai putra daerah melayu sangat terharu dengan pembicaran bapak popo denis. yang sangat peduli dengan perkem bangangan bangsa umumnya, para arsitek khususnya. saya ingin berpesan tanpa ada dukungaan  yg tulus dari pemerintah cita-cita kita sangat lambat berkembang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sebagai putra daerah melayu sangat terharu dengan pembicaran bapak popo denis. yang sangat peduli dengan perkem bangangan bangsa umumnya, para arsitek khususnya. saya ingin berpesan tanpa ada dukungaan  yg tulus dari pemerintah cita-cita kita sangat lambat berkembang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
