Ditulis oleh calonarsitek di/pada November 22, 2007
-
Kamus Inggris-Indonesia karangan Jhon M.Echols dan Hassan Shadily: Contradiction : kontradiksi; pembantahan; penyangkalan; pertentangan.
-
‘Grolier Webster International Dictionary’ Contradiction : tingkah atau prilaku kontradiktif; penolakan pada sesuatu yang dibandingkan; berkurangnya keharmonian antar elemen .
-
Robert Venturi dalam bukunya ‘Complexity and Contradiction’ membahas lebih jauh mengenai kontradiksi. Ia menyebutkan bahwa dengan karya arsitektur yang elemen-elemennya saling bertentangan akan membuahkan suatu karya yang sama menariknya dengan suatu karya yang elemen-elemennya tidak saling bertentangan.
Ditulis dalam teori arsitektur | Leave a Comment »
Ditulis oleh calonarsitek di/pada November 22, 2007
Suatu bangunan mempunyai kontrol buatan untuk memberikan kesan nyaman pada aktifitas yang dinaunginya.
Sebuah bangunan atau ruangan dibedakan dari aktivitas yang terjadi didalamnya.
Suatu bangunan atau ruangan mampu memberikan kesan satu kesatuan yang utuh dengan bangunan atau ruangan lainnya.
Suatu bangunan harus mampu berarti sesuatu. Atau dengan kata lain mampu mempunyai fungsi sebagai simbol.
Ditulis dalam teori arsitektur | Leave a Comment »
Ditulis oleh calonarsitek di/pada November 22, 2007
Menurut Egon Schirmbeck dalam buku “Form, Idea and Architecture” , prinsip-prinsip perancangan simbolisme dalam arsitektur adalah sebagai berikut :
- Penciptaan urut-urutan ruang yang berbeda guna mengingatkan orang pada ‘tempat’ sambil orang berjalan melalui ruang.Karakteristik arsitektural :Kombinasi dari unit-unit denah yang sama atau serupa dalam pengaturan yang beda. Pengorganisasian ruang-ruang sempit (jalan dan jalan kecil) dengan ruang-ruang lebar (lapangan).
- Pencampuran fungsi-fungsi yang berbeda guna meningkatkan kontak sosial, berbeda dengan pemisahan akan fungsi oleh gerakan modern di tahun 1920an dan 1930an. Karakteristik arsitektural :Pengaturan tata guna yang berbeda dalam batas sebuah bangunan dan perhubungan langsung dari zona-zona ini – contohnya di sepanjang suatu jaringan jalan public.
- Arsitektur sebagai media komunikasi. Penerimaan Arsitektur melalui banyak lapisan. Arsitektur sebagai pembawa simbolisme dan informasi.Karakteristik arsitektural :Perlengkapan akan kebutuhan fungsional, structural dan lainnya untuk penggunaan khusus oleh elemen-elemen ikonografik, metaforik dan elemen-elemen yang berhubungan.
- Penekananan pada ‘artifisialitas’ dari arsitektur. Pemisahan dari kawasan lahan alamiah dan volume ruang buatan. Pemisahan ruang luar alamiah dari ‘ruang interior buatan’.Karakteristik arsitektural :Pembatasan terhadap elemen-elemen rancangan geometris yang jelas dan lazim menonjolkan mutu sintetik dari arsitektur pada suatu kawasan lahan.
- Rancangan bentuk dari suatu ruang sesuai dengan mutu ‘dasar’nya – contoh : merancang ruang menurut bayangan yang terbentuk oleh bangunan dan mengorientasikan bangunan sesuai dengan arah angin.Karakteristik arsitektural :Alokasi dan orientasi dari elemen-elemen suatu ruang sesuai dengan kondisi-kondisi sosial dan fisik yang ditentukan.
- Pembedaan dan penentuan dari identitas suatu ruang melalui penerangan (alami). Karakteristik arsitektural :Alokasi yang tegas dari zona-zona gelap dan terang atau elemen-elemen ruang pada denah dan potongan.
- Peralihan langsung dari satu volume ke volume yang lain. Integrasi dari ruang-ruang interior dan eksterior. Karakteristik arsitektural :Penciptaan zona-zona ruang yang ‘mengalir’ dan pengaturan yang bebas (dari kolom dan dinding) pada elemen yang mengikat ruang.
- Pemisahan muka bangunan dan badan bangunan (ruang). Muka bangunan sebagai suatu sumber informasi ‘dua dimensi’, bebas dari kelompok ruang.Karakteristik arsitektural :Zona ruang dan daerah lantai adalah bebas dari kebutuhan formalnya sendiri dan dari ‘muka bangunan utama’ tempelan.
- Pertalian ruang atau bangunan melalui suatu ‘rantai kejadian’, sebagai suatu pengingat akan ‘tempat’ dan pengenalan akan karakteristik ruang yang khas.Karakteristik arsitektural :Urut-urutan artifak yang khas berbeda untuk menegaskan ruang. Urut-urutan bentuk ruang atau perbatasan ruang yang khusus berbeda.
Ditulis dalam teori arsitektur | 4 Komentar »
Ditulis oleh calonarsitek di/pada November 21, 2007
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:
Simbol (kata benda) : lambang
Simbolik (adjektif) : sebagai lambang, menjadi lambang, mengetahui lambang.
Simbolisme : perihal pemakaian simbol (lambang) untuk mengekspresikan ide-ide.
Menurut Kamus Webster :
Symbol :
- simbol merupakan sebuah obyek yang berfungsi sebagai sarana untuk mempresentasikan sesuatu hal yang bersifat abstrak, misalnya burung merpati sebagai simbol kedamaian.
- simbol merupakan sebuah tanda, isi yang singkat, menyertai sifat sebuah obyek, proses berkualitas, kuantitas, memenuhi muatan- muatan tertentu misalnya simbol pada konteks bidang musik, kimia, matematik dan lain-lain.
Symbolic :
- of or expressed is a symbol as simbols
- that serves as a symbol (of something)
- using symbolism
Symbolism :
- the representation of things by use of symbols, especially an art or literature
- a system symbols
- symbolic meaning
Menurut P. Gauguin and O Redon, Ensiklopedia VI hal. 3178 :
Simbolisme adalah gerakan baru dalam seni. Dalam hal ini seni lukis sebagai reaksi terhadap gerakan naturalisme, dimana gerakan naturalis mengutamakan gerakan yang sewajarnya atau sesuai dengan hal-hal yang nyata. Seseorang tidak usah melukiskan kenyataan secara seksama (naturalis) dan setiap warna, bentuk, maupun garis tetapi dapat menimbulkan berbagai perasaan atau makna simbolis.
Menurut Charles Sanders Peirce (Teori Trikonomi Semiotika Arsitektural):
Simbol merupakan tanda yang hadir karena mempunyai hubungan yang sudah disepakati bersama atau sudah memiliki perjanjian (arbitrary relation) antara penanda dan petanda.
Dalam Meaning and Behavior in the Built Environment, Charles membagi sign menjadi 3, yaitu :
- Iconic sign. Sign yang mengingatkan kita pada obyeknya melalui beberapa macam persamaan yang kompleks.Contoh : stan yang menjual hot dog mempunyai bentuk seperti hot dog.
- Indexial sign. Sign yang menunjukkan pada obyak tertentu dalam hal fisik, maknanya dapat dibaca tanpa symbol pengetahuan budaya. Terdapat hubungan yang eksis antara signifier (symbol) denngan signified (konsep).Contoh : jendela berarti mempunyai fungsi untuk melihat view.
- Symbol. Sign yang dipelajari sebagai makna sesuatu dalam konteks budaya tertentu.
Sedangkan dalam Sign, Symbol and Architecture, Charles Sanders Peirce menjelaskan :Symbol adalah suatu tanda atau gambar yang mengingatkan kita kepada penyerupaan benda yang kompleks yang diartikan sebagai sesuatu yang dipelajari dalam konteks budaya yang lebih spesifik atau lebih khusus.
Menurut DR. Ir. Galih Widjil Pangarsa Arsitektur Simbolisme merupakan arsitektur yang sekedar mengejar kenikmatan panggung status sosial dengan menempelkan simbol-simbol baru pada zamannya dimana tidak jarang merupakan kegiatan plagiatisme.
Ditulis dalam teori arsitektur | 7 Komentar »
Ditulis oleh calonarsitek di/pada November 19, 2007



Maunya bisa saling share tentang karya-karya kita selama masih kuliah di arsitektur.
Yahhhh… itung-itung menambah akselerasi pendidikan arsitektur di indonesia gitu…
Karena masih belum sempat beredar ke kampus lain, untuk sementara dalam blog ini hanya masih mempublikasikan karya-karya mahasiswa Arsitektur ITS.
Tapi kalo mau ikutan sharing catatan kuliah disini juga monggo…
kalo males postingnya, bisa dikirim berupa soft copy ke hamisena@gmail.com ato ke rnhamisena@arch.its.ac.id
Jangan lupa partisipasinya ya..
-matur nuwun-
Ditulis dalam prakata | 2 Komentar »